Kutbah Jumat

Kutbah Jumat :

ETIKA WAKTU

Sidang jumat yang di rahmati Alloh

Mengawali kutbah siang ini marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh. Karena hanya orang yang bertaqwalah yang akan mendapat petunjuk dan keberuntungan.

 

Selanjutnya marilah kembali kita mengingat pesan Alloh dalam surat Al asr

 

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Demi waktu bahwa manusia sesungguhnya amat merugi, kecuali orang-orang yang beriman , beriman pada Alloh, dan mempercayai bahwa waktu itu amat penting bagi kehidupan manusia, selanjutnya bukti iman itu di wujudkan dengan menghiasi waktu dengan amal soleh, dan saling bertausiyah dalam kebenaran dan kesabaran.

Ini membuktikan bahwa waktu mempunyai peranan yang amat penting bagi kehidupan manusia dan kita harus pandai-pandai memilah dan memilihnya agar mendapat kebahagiyaan dunia dan akhirat. Memang ada ungkapan bahwa semua hari itu baik akan fakta membuktikan bahwa satu waktu dengan waktu yang lain berbeda nilainya. Inilah yang disebut sebagai etika waktu.

Dalam islam ada 12 bulan akan tetapi hanya ada empat yang dianggap sebagai ashurul hurum yakni Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.  Disamping itu bulan romadhon diaaggap bulan terbaik karena nilai ibadah yang berlipat didalamnya. Juga  Tidak bisa dipungkiri bahwa hari jumat dinobatkan sebagai hari terbaik dalam islam. Karena dihari jumat dunia mulai diciptakan dan di hari ini pula dunia akan berakhir atau kiamat. Artinya etika waktu atau kaifiyatul auqot itu memang perlu sekali di perhatikan demi kesempurnaan ibadah kita pada Alloh.

Siding jumat yang berbahagia

Lalu hal apa saja yang perlu kita perhatikan terkait dengan etika waktu atau kaifiyatul auqot.

 

 

Pertama  adalah masalah ibadah. Ibadah merupakan bentuk pengabdian kita pada Alloh SWT maka penting sekali jika kita memperhatikan etika waktu agar ibadah kita sesuai tuntunan syariat.  Contoh adalah masalah solat. Solat harus tepat pada waktunya. Bukankah nabi ketika ditanya amal apa saja yang paling utama ya rosul. Beliau menjawab . asolatu ala waktiha. Hadis ini  kita pahami bahwa asholatu ala waktiha artinya solat diawal waktu. Bukan solat pada waktunya. Karena kalau kita solat diakhir waktu tentu ini bisa mendatangkan murka Alloh.  Ketika hari ini kita berangkat haji tentu juga tidak sah. Karena etika waktu telah mengatur kapan bulan haji itu tiba. Dan bentuk ibadah-ibadah lain berbatas waktu.

Kedua, terkait doa,                                 bahwa doa itu adalah intisari dari ibadah. Karena doa merupakan hal yang penting dalam ibadah maka alangkah baiknya jika kita mengetahui kapan waktu-waktu utama dalam berdoa. Ibarat kita menanam pada  sawah tadah hujan. Jika kita menanamnya padi pada musim kemarau maka peluang panennya amatlah kecil. Jika kita berdoa dalam waktu-waktu yang kurang fadhilah tentu terkabulnya akan lebih lama. Waktu berdoa yang baik antara lain adalah antara adzan dan ikomat. Setelah solat fardhu. Ketika khotib duduk antara dua kutbah. Atau pada 1/3 malam terkahir. Karena pada waktu tersebut terbukalah alam malakut yang terjadi sampai pagi hari .

 

sehingga doa manusia akan langsung di kawal malaikat menuju arsy Alloh.

Ketiga, terkait muamalah manusia . alloh berfirman

لإيلاف قريش إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,” ““

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian ada musim dingin dan musim panas,”

Maka hendaklah mereka menyembah Rabb Pemilik Rumah ini (Ka’bah),”

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”

Bahwa bangsa qurais merupakan suri tauladan bagaimana mereka mengatur waktu sedemikiam rupa yakni  kebiasaan mereka melakukan perjalanan pada waktu musim dingin ke kota Yaman dan pada musim panas ke kota Syam untuk berdagang dan keperluan lainnya.  Artinya bahwa kita pun harus mangatur waktu kita dalam bermuamalah atau mencari rizki untuk keberlangsungan hidup kita. Agar usaha kita menjadi maksimal tanpa harus menggangu ibadah kepada Alloh SwT.

Demikian  sedikit penjelasan saya tentang etika waktu/kaifiyatul auqot. Semoga ada manfaatnya. Amin.

 

 

 

 

One thought on “Kutbah Jumat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s