Khutbah Jumat : “Makluq Ruh”

Hadirin yang di rahmati Alloh.

Mari dalam kesempatan kutbah jumat ini kita kembali memupuk takwa kita kepada Alloh agar hidup kita penuh dengan kebahagiyaan.

Salah satu cira orang yang bertaqwa adalah percaya pada yang ghaib. Sebagaimana Alloh perintahkan dalam surat al bakoroh ayat 3…..

Hal-hal gaib yang alloh ciptakan jumlahnya amatlah banyak. Seperti surge, neraka pahala kematian dan seterusnya. Dalam kesempatan ini kami akan sedikit membuka kembali pengetahuan lama tentang hal gaib utama adalah mereka yang termasuk dalam kategori makhluq ruh.

1.Malaikat

Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”[1]

Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-‘Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.

2. Iblis

Iblis menurut bahasa arab berasal dari kata ablasa – yublisu – ilbisan yang berarti putus asa, frustasi atau berdukacita. Ilbis menurut Al Qur’an adalah salah satu dari golongan jin yang ingkar terhadap perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam as. Hal tersebut sebagaimana firman Allah:
“dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat,’sujudlah kamu kepada adam,’maka kecuali ilblis. Dia adalah golongan jin, maka ia mendurhakai perintah tuhannya…” (QS. Al Khafi: 50)

Pakar hadist syeckh Badruddim Asy-Sybili dalam bukunya “Akaam Al-Marjaan” meriwayatkan kisah panjang pertemuan iblis dengan Nabi Nuh As. Akhir dikisahnya menjelaskan , bahwa iblis bertanya kepada Nabi Nuh As, apa yang harus ia lakukan agar taubatnya dapat diterima Allah ? Nabi Nuh As bertanya kepada Allah dan mendengar jawaban-jawabannya: Perintahkan ia sujud ke kuburan Adam ! Setelah Nabi Nuh menyampaikan jawaban itu, iblis menggelengkan kepala sambil berkata: “Sewaktu hidup Adam pun aku telah enggan sujud kepadanya, apalagi setelah kematiannya.”

akhirnya iblispun gagal bertaubat pada Tuhannya. Dalam kitab syarh NASHOIHUL IBAD di jelaskan mengenai kelompok anak cucu iblis yang menggoda manusia sebanyak Sembilan golongan, yaitu :

ZALITUN/zallinbur, WATSIN ,A’WAN, HAFFAF ,MURROH, LAQUS, MASUTH DASIM, WALHAN

3.Setan

Menurut Encyclopedia Britannica kata setan sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yg berarti “musuh” dan biasanya ditujukan kepada jenis Jin yg ingkar dan melakukan bisikan jahat terhadap manusia sebagai tindakan godaan dan kesuksesan mereka adl bergantung dari kecerdikannya.

Sedangkan dalam Al-Misbahul Munir, hal. 313, Setan atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata (شَاطَ) yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala

Pernyataan tersebut tidak bertentangan dgn pernyataan al-Qur’an maupun hadis Nabi berikut :

Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan yaitu dari jenis manusia dan Jin – Qs. 6 al-an’am : 112

Sungguh aku melihat setan-setan Jin dan manusia lari dari Umar – Hadis Riwayat Tirmidzi

Dari ayat dan hadis tersebut digambarkan oleh al-Qur’an bahwa setan itu terbagi atas dua jenis yaitu setan dalam wujud manusia dan setan dalam wujud Jin. Dan dari sini juga ada indikasi bahwa yg namanya setan itu tidak selamanya identik dgn Iblis. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis adl dia dari golongan jin – Qs. Kahfi : 50 )Jadi Setan adalah anak cucu keturunan dari Iblis dan Jin.

 4.Jin

Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.

Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu,

Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang.. seperti waktu jin mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Tetapi bentu anjing hitam atau juga kucing hitam adalah yang paling mereka sukai. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)

serta mereka bisa masuk dari tempat manapun.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’. Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

5. Qorin

Qarin itu merupakan salah satu suku bangsa jin yang disebut QARIN yang ditugaskan Allah untuk selalu mengikuti manusia dalam setiap aktivitasnya. Kemungkinan jin qarin masuk Islam oleh pengaruh manusia dijelaskan Syeckh Al Asyqar berkata: bisa jadi seorang muslim manpu menpengaruhi jin pendampingnya kemudian dia masuk Islam”.

Rasulullah muhammad saw bersabda tentang al Qarin, “tidak satupun dari kamu yang tidak diwakilkan oleh Allah seorang qarin (peneman) baginya dari bangsa jin.” Para sahabat bertanya. “apakah qarin itu juga diperuntukkan bagimu wahai Rasulullah Muhammad SAW?” beliau menjawab, “juga bagi saya, akan tetapi Allah SWT telah menolongku terhadapnya, lalu ia masuk Islam, sedangkan ia tidak akan menyuruhku kecuali pada kebaikan.” (HR muslim)
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “tidaklah ada seorang diantara kalian kecuali disertakan untuknya qarin dari jin dan qarin dari malaikat.”
(HR Muslim dan Ibnu Mas’ud)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s