Kutbah Jumat : racun Hati

Khutbah Jumat : Racun-racun hati

Disampaikan Gus Mus Tanggal 22 Maret 13 di masjid Baiturrohim Gedanganak

Sumber : http://www.4shared.com/

Foto0221

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,

Di awal khutbah ini khatib mengajak meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Alloh  Tiada   sedetik   pun   dalam   hidup   kita,   kecuali   nikmat  Allah menyertai kita. Kita bisa beraktifitas, masih bisa bernafas, ini semua adalah nikmat Allah. Mungkin banyak orang yang mengeluh dan tidak menyadari nikmat- nikmat  ini   karena   mereka   sudah   terlalu   dipengaruhi budaya   materialisme

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Alah SWT,
Allah menegaskan bahwa di akhirat nanti, tidak berguna apapun yang dimiliki oleh manusia, kecuali jika ia datang kepada Allah SWT dengan hati yang bersih.
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang- orang  yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS. Asy-Syu’ara : 88-89)

Untuk   itu agar hati   kita   tetap   bersih,   kita   perlu   menghindarkan   diri   dari   5
racun-racun hati.

Pertama, Bicara yang Berlebih-lebihan
Lidah   adalah   nikmat.   Namun   ia   bisa   berbuah   adzab   saat   manusia   tidak   pandai
menjaganya.   Bahkan   Rasulullah   memperingatkan   kebanyakan   manusia   disiksa   di
neraka karena tidak mampu menjaga lidah ini.

Tidaklah manusia itu wajahnya dipanaskan dengan api neraka melainkan karena  akibat dari lidahnya. (HR. Tirmidzi, Ibnu Mjaha dan Hakim)

Itulah jika lidah telah membuahkan pembicaraan yang berlebihan. Pembicaraan yang berlebihan adalah pembicaraan yang membawa madharat, atau kadar madharatnya lebih banyak daripada kemanfaatannya. Apalagi jika tidak ada kemanfaatan sama sekali dalam pembicaraan itu. pembicaraan berlebihan juga bisa berwujud dusta, menghina orang lain, mengolok- olok orang lain, atau menyakiti orang lain. Terlebih jika pembicaraan berlebihan itu sudah tergolong fitnah. Na’udzubillah.

Sebaliknya, dengan lidah pula, manusia bisa selamat dan mendapatkan ridha dari Allah   SWT.   Dengan   demikian,   maka   tempat   akhirnya   adalah   surga.   Di   sana   ia mendapatkan   kebahagiaan   abadi,   kebahagiaan   yang   tiada   putusnya.   Karena   lidah juga.ia bisa mendapat kecelakaan bahkan kebinasaan dalam hidup di dunia.

Uqbah   pernah   bertanya   kepada   Nabi   SAW:   “Wahai   Rasulullah,   apa   yang   bisa
menyelamatkan diriku?” Rasulullah menjawab: Jagalah lidahmu. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

 

Kedua, Memandang yang Berlebih-lebihan
Allah juga memberikan nikmat mata dan penglihatan kepada kita. Ini merupakan nikmat yang sangat besar dan orang-orang rela membayar mahal untuk mendapatkan penglihatan yang

sempurna. Namun bersamanya, ada racun hati saat pandangan tidak  terkendali.

Karenanya   Allah   SWT   memberikan   petunjuk   mengenai   hal   ini,   kepada   orang
beriman baik laki-laki maupun perempuan untuk ghadhul bashar:

Katakanlah   kepada   orang   laki-laki   yang   beriman:   “Hendaklah   mereka   menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci  bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah   kepada   wanita   yang   beriman:   “Hendaklah   mereka   menahan pandangannya, dan kemaluannya,…

 (QS. An-Nur : 30-31)

Memandang berlebihan merupakan racun hati. Itulah saat kita memandang lawan
jenis tanpa kendali. Dengan disengaja. Bukan pada pandangan pertama yang secara
kebetulan kita dapatkan. Pandangan berlebihan ini sudah tergolong zina mata. Dan ia
adalah racun hati yang berbahaya.

Telah ditetapkan atas manusia bagiannya dari zina, ia pasti mendapatkan hal yang  

demikian itu. Zinanya kedua mata adalah memandang... (HR. Ahmad)

Ketiga, Bergaul/berinteraksi yang Berlebih-lebihan
Manusia memang membutuhkan pergaulan dan interaksi dengan sesamanya. Sebab
manusia  adalah  makhluk  sosial  yang   takkan  mampu  hidup   sendiri  tanpa  campur
tangan   orang   lain.   Namun   pergaulan   dengan   sesama   inipun   harus   tetap   dalam
kerangka agama. Bukan pergaulan yang seenaknya. Tanpa batas dan tanpa aturan.

Memilih teman bergaul juga harus diperhatikan. Sebab interaksi dengan orang lain
atau lingkungan selalu mengakibatkan salah satu dari dua hal: memepengaruhi atau
dipengaruhi. Mewarnai atau terwarnai. Karenanya kita perlu menjaga dengan siapa
kita   bergaul   dan   bagaimana   agar   pergaulan   kita   tetap   dalam   batas-batas   sya’ri,
terutama jika pergaulan itu terhadap lawan jenis.

janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati
Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
(QS. Al-Kahfi : 28)

Keempat, Makan yang Berlebih-lebihan
Makan yang berlebih-lebihan adalah racun hati berikutnya. Ia bisa menjadi sumber
penyakit fisik, juga bisa mengotori dan mematikan hati. Selain porsinya yang wajar
dan seimbang, makanan yang masuk ke perut kita hendaklah dijaga agar memenuhi
dua kriteria: halal dan thayib.

Makan yang ideal adalah sepertiga kapasitas perut kita. Sepertiganya lagi diisi air,
dan sepertiganya lagi ruang untuk udara. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

Tidaklah manusia memenuhi suatu bejana yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah 

ia memakan beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang belulangnya.
Jika ia harus mengisi perutnya, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk
minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya. 
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kelima, Tidur yang Berlebih-lebihan
Ini biasanya berhubungan erat dengan makanan. Makan yang berlebihan cenderung
mengakibatkan tidur yang berlebihan. Jika dua paket ini sudah berkumpul, maka
berikutnya adalah kejelekan dan kemaksiatan yang mendominasi. Untuk itu kita perlu berhati-hati dalam mengisi perut ini juga dalam hal memejamnkan mata .

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,
Bicara berlebihan, memandang berlebihan, bergaul berlebihan, makan berlebihan,
dan tidur berlebihan merupakan racun-racun hati yang tidak hanya bisa mengotori
hati kita tetapi juga bisa mematikan hati kita. Jika demikian maka tidak ada pilihan
lain kecuali  kita  harus  menghidarinya,  menjauhinya.  Tanpa itu,  apalah  yang bisa
menyelamatkan kita di hadapan Allah kelak.

Semoga lima racun hati tersebut bisa kita hindari dan Allah senantiasa melimpahkan
rahmat-Nya pada kita sehingga hati kita tetap terjaga.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s