Kutbah jumat

Rajab dan Isro mikroj

Oleh : abe Haidar Salik Malaya

Sidang jumat yang dirahmati Alloh
Dalam kutbah jumat siang hari ini khotib berwasiat taqwa kepada jamaah semua untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Taqwa merupakan pintu pembuka bagi solusi setiap masalah kehidupan ومن يتق الله يجعل له مخرجا siapa saja yang bertaqwa kepada Alloh maka baginya solusi setiap masalah kehidupannya, sebagai mukmin tentu kita berharap tidak hanya menjadi mahroj tapi menjadi muhrij atau pemberi jalan keluar bagi masalah orang-orang disekitar kita.


Sidang jumat hafidzokumulloh
Hari ini kita masih berada dalam bulan rajab dimana bulan rojab merupakan bulan ke 7 dan salah satu dari 4 bulan haram yang disebutkan Alloh. Ada beberapa hal yang perlu kita ingat kembali dalam bulan mulia ini.
Pertama, kita di sunahkan puasa. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda “Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia).” (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasa’i dan Abu Dawud: “Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya’ban. Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.’”
Menurut imam al-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, “Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang” itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban.
Kedua, kita disunahkan memperbanyak bacaan solawat. Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.
Ketiga, kita mendapat pelajaran yang luar biasa dari peristiwa kenabian yang disebut dengan isro wal mikroj. Persitiwa ini memang terjadi pada 620 Hiriyah akan tetapi nilai-nilai ubudiyahnya akan terus kita rasakan hingga dunia berhenti berputar.
Pertama. Dalam Isro mikroj nabi mendapat tiga pesan, dari Alloh nabi muhammad mendapat perintah solat, dari malaikat Nabi mendapat perintah berbekam. Anas berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali mereka berkata: Wahai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam.”HR Ibnu Majah (3479). Dan dari nabi Ibrahim nabi mendapat wasiat untuk berdikir, Dari Ibnu Mas’ud, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra’kan. Iapun bertanya: “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir) Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.”
Kedua, Makna yang terkandung dalam perjalanan isra’ ke Baitul Maqdis Berlangsungnya pernajalan Isra’ ke Baitul Maqdis dan Mi’raj ke langit ketujuh menunjukkan betapa tinggi dan mulia kedudukan Baitul Maqdis di sisi Allah. Juga merupakan bukti nyata akan adanya hubungan yang sangat erat antara ajran Isa ‘Alaihis Salam dan ajaran Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Ketiga: pilihan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap minuman susu, ketika Jibril menawarkan dua jenis minuman, susu dan khamar, merupakan isyarat secara simbolik bahwa Islam adalah agama fitrah. Yakni agma yang aqidah dan seluruh hukumnya sesuai dengan tuntutan fitrah manusia. Di dalam Islam tidak ada sesuatu pun yang bertentangan dengan tabiat manusia.
Keempat, Jumhur Ulama baik salaf ataupun kahlaf telah sepakat bahwa Isra’ dan Mi’raj dilakukan dengan jasad dan ruh oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.Imam Nawawi berkata di dalam Syarhu Muslim,”Pendapat yang benar menurut kebanyakan kaum Muslim, Ulama Salaf, semua Fuqaha, ahli hadits dan ahli ilmu tauhid, adalah bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diisra’kan dengan jasad dan ruhnya.
Secara teori ilmiah pun isro mikroj dibenarkan dalam uji laborat nuklir dimana ada teori yang disebut Annihilisasi atau bahwa unsur anti materi bisa menghapus unsur materi atau dalam fisika kwantum disebut dengan istilah teleportasi atau pindah sekejap dalam dunia supranatural . Banyak contoh dalam al quran yang mengisahkan teori annihilisasi ini seperti pemindahan istana balqis ke istana nabi sulaiman, tertidurnya 7 pemuda ashabul kahfi dalam gua, tidak terbakarnya nabi ibrahim oleh api namrud dan lain sebagainya.Maka tak heran ketika seorang ilmuwan Prancis, bernama Chatubriant menamakan manusia ini dengan makhluk metafisik, yakni makhluk yang misterius.
Demikian kutbah singkat ini, mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampiannya dan semoga ada nilia manfaatnya. Amin

              
             
وقل رب اغفر وارحم وانت خير الر احمين

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s