Tugas : (9A)

Pendalaman Materi surat At tiin

Advertisements

9 thoughts on “Tugas : (9A)

  1. MEKKAH
    Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة) atau disingkat dengan Makkah merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi.
    Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji,[1] Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka’bah di dalamnya. Bangunan Ka’bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umat Islam di seluruh dunia. Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.
    Dalam Al-Qur’an, kota ini disebut juga dengan 11 nama yang berbeda.
    GEOGRAFI
    Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya 21°25′24″LU 39°49′24″BT. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.
    SEJARAH
    Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah.[4] Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka’bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.
    Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya nabi Muhammad kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah).
    Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin yang berpusat di Madinah, serta para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah.
    PEMERINTAHAN
    Sistem administrasi pemerintahan Kota Mekkah, dipimpin oleh seorang walikota (disebut Amir) yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi dan dibantu oleh majlis dewan kota yang dipilih oleh masyarakat setempat sebanyak empat belas orang. Kota Mekkah juga merupakan ibukota dari Provinsi Mekkah, dimana sejak tanggal 16 Mei 2007, yang diangkat menjadi Gubernur provinsi tersebut adalah Pangeran Khalid Al Faisal
    EKONOMI
    Kota Mekkah dikenal sebagai kota dagang, pada masa lalu dikenal dengan jalur perdagangan antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damsyiq (Damaskus) dengan penghasilan sekali pemberangkatan kafilah mencapai 600.000 pound. Selain dikenal kota dagang, ekonomi juga bertumpu dengan pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa untuk jemaah haji diantaranya usaha perhotelan dan penginapan.
    PENDIDIKAN
    Sebagai pusat agama Islam selain Madinah, kota ini memiliki pusat pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pendidikan formal telah mulai dikembangkan sejak akhir periode Utsmani perlahan terus sampai kemudian pada tahun 1912, Muhammad Ali Zaynal ʿ Ridha, seorang pedagang dari Jeddah, mendirikan Madrasah al-Falah di Mekkah dengan biaya waktu itu £ 400.000.[6]
    Sampai pada tahun 2005, di Mekkah terdapat 532 sekolah umum atau swasta untuk pria dan 681 sekolah umum atau swasta untuk siswa perempuan.[7]
    Sedangkan perguruan tinggi pertama kali didirikan di kota ini adalah sekitar tahun 1949, dengan nama Kulliyyat al-Shar’ía, yang kemudian menjadi Fakultas Shar’iah dari Universitas King Abdul Aziz yang berada di Jeddah.
    KESEHATAN
    Sebagai kota suci umat Islam dan tempat menunaikan ibadah haji, kota Mekkah setiap tahunnya menerima kunjungan dari umat islam dari berbagai negara, tentunya fasilitas kesehatan merupakan fasilitas pendukung utama yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Arab Saudi.

  2. Mekkah
    Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة) atau disingkat dengan Makkah merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi.
    Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji,[1] Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka’bah di dalamnya. Bangunan Ka’bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umatIslam di seluruh dunia. Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.
    Dalam Al-Qur’an, kota ini disebut juga dengan 11 nama yang berbeda.[2]
    Geografi
    Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya 21°25′24″LU39°49′24″BT. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.
    Sejarah
    Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah.[4] Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka’bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.
    Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya nabi Muhammad kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah).
    Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin yang berpusat di Madinah, serta para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah.
    Pemerintahan
    Sistem administrasi pemerintahan Kota Mekkah, dipimpin oleh seorang walikota (disebut Amir) yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi dan dibantu oleh majlis dewan kota yang dipilih oleh masyarakat setempat sebanyak empat belas orang. Kota Mekkah juga merupakan ibukota dari Provinsi Mekkah, dimana sejak tanggal 16 Mei 2007, yang diangkat menjadi Gubernur provinsi tersebut adalah Pangeran Khalid Al Faisal.[5]
    Ekonomi
    Kota Mekkah dikenal sebagai kota dagang, pada masa lalu dikenal dengan jalur perdagangan antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damsyiq (Damaskus) dengan penghasilan sekali pemberangkatan kafilah mencapai 600.000 pound. Selain dikenal kota dagang, ekonomi juga bertumpu dengan pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa untuk jemaah haji diantaranya usaha perhotelan dan penginapan.
    Pendidikan
    Sebagai pusat agama Islam selain Madinah, kota ini memiliki pusat pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam. Pendidikan formal telah mulai dikembangkan sejak akhir periode Utsmani perlahan terus sampai kemudian pada tahun 1912, Muhammad Ali Zaynal ʿ Ridha, seorang pedagang dari Jeddah, mendirikan Madrasah al-Falah di Mekkah dengan biaya waktu itu £ 400.000.[6]
    Sampai pada tahun 2005, di Mekkah terdapat 532 sekolah umum atau swasta untuk pria dan 681 sekolah umum atau swasta untuk siswa perempuan.[7]
    Sedangkan perguruan tinggi pertama kali didirikan di kota ini adalah sekitar tahun 1949, dengan nama Kulliyyat al-Shar’ía, yang kemudian menjadi Fakultas Shar’iah dari Universitas King Abdul Aziz yang berada di Jeddah.[8]
    Kesehatan
    Sebagai kota suci umat Islam dan tempat menunaikan ibadah haji, kota Mekkah setiap tahunnya menerima kunjungan dari umat islam dari berbagai negara, tentunya fasilitas kesehatan merupakan fasilitas pendukung utama yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Arab Saudi.[8]
    Masjidil Haram
    Masjidil Haram, kadangkala disebut juga dengan Masjid al-Haram ataupun Al-Masjid al-Ḥarām (Arab : المسجد الحرام), merupakan masjid yang terletak di Kota Makkah Al Mukharamah, yang dibangun mengelilingi Ka’bah, yang menjadi arah kiblat umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat. Selain itu di masjid inilah salah satu rukun ibadah haji yang wajib dilakukan umat Islam yaitu tawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
    Sebagai kota suci umat Islam, berdasarkan hukum yang berlaku di Arab Saudi, bagi Non-Muslim tidak diijinkan memasuki kota Mekkah ini.[9]
    Ka’bah
    Ka’bah (Arab: الكعبة) merupakan sebuah bangunan yang mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Kota Mekkah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi umat Islam. Dan bangunan ini yang menjadi patokan arah kiblat untuk ibadah salat, bagi umat Islam di seluruh dunia.
    Air Zamzam
    Zamzam (Arab: زمزم) merupakan nama air yang diperoleh dari sebuah sumur mata air bawah tanah yang terletak dalam kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Ka’bah, dengan kedalaman sekitar 42 meter. Air zamzam ini merupakan sumber air bersih utama bagi kota Mekkah. Selain dikonsumsi untuk air minum, air ini juga digunakan sebagai air wuduk bagi jamaah yang akan melakukan ibadah salat di Masjidil Haram.

  3. Buah Tin

    Buah Tin atau dalam bahasa latin disebut Ficus carica in adalah buah-buahan yang mengandung zat sejenis alkalin yang
    mampu menghilangkan keasaman pada tubuh. Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.

    Unsur yang terkandung dalam buah Tin adalah karbohidrat, protein, dan
    minyak. Buah Tin juga mengandung yodium, kalsium, fosfor, zat besi,
    magnesium, belerang (fosfat), chlorin, serta asam malic dan nicotinic.

    Bentuk Fisik Buah Tin

    Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat.

    Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping.

    Bunga Tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis
    Ficus lainnya.

    Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae).

    Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika
    masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.
    Hasil penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa buah Tin termasuk
    buah yang dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, cocok
    sebagai obat penyakit anemia. Disamping itu buah Tin juga mengandung kadar glukosa yang cukuptinggi.

    Sebagian orang percaya kalau Buah Tin adalah buah suci dari taman surgawi. Sedangkan literatur sejarah mencatat kalau Buah Tin berasal dari Arab dan sudah ada semenjak 4000 tahun sebelum masehi.

    Sekarang pohon Tin telah banyak tumbuh dan dibudidayakan secara
    moderen di negara-negara Timur Tengah, daerah Mediterania bahkan di
    Indonesia.

    Buah Tin dikonsumsi mentah maupun matang sama lezatnya. Buah Tin muda berwarna kehijauan, seiring dengan matangnya buah, warna kulit akan berubah menjadi ungu kehitaman. Buah muda biasanya dikonsumsi sebagai olahan sayur, dimasak dengan aneka daging atau
    campuran selada. Jika sudah tua dan matang sangat lezat dikonsumsi sebagai buah meja.

    Di Timur Tengah maupun Eropa, Tin termasuk buah mewah dan
    sangat mahal. Dulunya hanya dikonsumsi kalangan bangsawan atau di
    saat acara-acara istimewa. Seiring dengan majunya teknologi pertanian,
    kini Buah Tin semakin mudah didapat dengan harga yang relatif lebih
    terjangkau.

    Kandungan Gizi Dan Manfaatnya

    Berdasarkan penelitian California Fig
    Nutritional Information , Buah Tin
    mengandung serat (dietary fiber ) yang
    sangat tinggi. Setiap 100 gr Buah Tin
    kering terkandung 12.2 gr serat
    sedangkan apel hanya mengandung 2.0
    gr dan jeruk 1.9 gr. Para Pakar
    kesehatan sangat menganjurkan untuk
    mengkonsumsi Tin secara teratur. Selain
    dapat membantu membersihkan racun di
    dalam tubuh, serat terkandung juga
    mampu mencegah kanker kolon dan
    penyakit degeneratif lainnya.

    Penelitian Rutgers membuktikan kalau
    Buah Tin mengandung antioksidan yang
    dapat mengikat senyawa karsinogen
    pemicu sel kanker. Tin juga mengandung
    asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan
    bagi kesehatan, diantaranya Omega-3
    dan Omega-6. lemak ini terbukti
    berperan dalam pencegahan penyakit
    jantung koroner. Kelebihan yang lain,
    Buah Tin rendah lemak, rendah sodium,
    rendah kalori dan bebas kolesterol
    sehingga sangat cocok dikonsumsi para
    penderita diabetes mellitus.
    Keistimewaan buah ini tidak berhenti
    sampai di sini, Departemen Pertanian
    Amerika Serikat mengungkapkan
    beragam Vitamin dan mineral
    bermanfaat terkandung di dalamnya.
    Setiap 100g Buah Tin mengandung
    Vitamin A sebanyak 9.76 IU, Vitamin C
    0.68 mg, Kalsium 133.0 mg, Magnesium,
    Potasium dan Zat Besi 3.07 mg. Vitamin
    dan mineral ini sangat diperlukan tubuh
    untuk menjaga dan memelihara
    kesehatan organ tubuh kita.

    Buah ini mudah dicerna oleh alat
    pencernaan, bermanfaat untuk
    mengobati sulit buang air besar,
    bermanfaat untuk hati dan limpa. Buah
    yang rasanya manis seperti Kurma ini
    juga lebih mirip sebagai makanan biasa
    karena mengenyangkan seperti Buah
    Kurma sehingga warga Arab jarang
    memasukkannya dalam daftar buah-
    buahan.

    Nabi Muhammad SAW juga bersabda, ”Sekiranya aku katakan, Sesungguhnya buah yang turun dari Surga maka aku katakan, inilah buahnya (Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya.” (Hadis riwayat Abu Darba; Suyuti)

    Seiring dengan hadis tersebut, juga dibuktikan dengan penemuan sains mengenai banyaknya keistimewaan yang bisa diambil dari sebiji buah Tin yang jarang diketahui.

    Maha Suci Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan buah Tin yang terbukti secara ilmiah mengandung manfaat yang sangat luar biasa.

  4. Buah Tin

    menurut pakar tafsir kontemporer. Di Maroko dan negara-negara Afrika Utara lainnya, buah ini dikenal dengan sebutkan “karmouss” dan karena keberadaanya yang banyak tersebar di pesisir Laut Tengah, maka buah ini banyak sekali disebutkan dalam literatur-literatur sejarah kuno dan sebagaimana juga disebutkan pada kitab-kitab samawi.
    Buah ini dikenal luas semenjak dahulu kala dengan mamfaat dan kegunaannya yang banyak untuk kepentingan medis bagi manusia. Sebagaimana fakta sains modern menjelaskan bahwa cairan tin yang dicampurkan pada banyak ramuan-ramuan medical memiliki kemanjuran tinggi. Oleh karena itu nabi Muhammad SAW mengomentari buah ini dalam salah satu Sabda-Nya: “Jika Aku mengatakan ada buah yang turun dari langit, maka buah inilah (menunjukkan buah tin)….”
    Menonjolkan peranan utama lebah tin yang dikenal denganBlastophaga psenes, yang bertanggung jawab terhadap pembuahan jenis tin ini, dimana secara natural tumbuhan ini tidak dapat dibuahi kecuali melalui jenis lebah khusus tersebut, sebagaimana juga lebah terakhir ini tidak dapat melahirkan dan berkembang biak kecuali harus berada di dalam buah tin.

    Pada kajian ini author akan berusaha mengkomfirmasikan antara fakta sains modern yang berdasarkan dari hasil riset-riset ilmia dengan fasilitas media dan tekneknologi canggih, dan dengan kajian imaniayang kokoh, sambil memperhatikan proses pertumbuhan buah tin dan struktur yang prima bunga-bunga buah ini, serta hubungannya denganBlastophaga psenes tadi, yaitu lebah yang berperan aktif dalam proses pembuahan buah tersebut.

  5. Gunung Sinai (juga dikenal dengan nama Jabal Musa جبل موسَى dalam bahasa Arab) adalah sebuah gunung yang terletak di Semenanjung Sinai di Mesir. Tingginya 2.285 meter dan berada di barisan pegunungan di sebelah selatan semenanjung tersebut.

    Pada 4 Februari 1859, Codex Sinaiticus, sebuah manuskrip Perjanjian Baru dari abad ke-4, ditemukan oleh Konstantin von Tischendorf di kaki gunung ini.

    Ada beberapa cendekiawan yang menganggapnya sama dengan “Gunung Sinai” yang disebut-sebut dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen terutama dalam kumpulan kitab Taurat, namun hal ini belum dapat dipastikan.
    Sinai adalah nama gunung, tempat TUHAN (YHWH) menampakkan Diri kepada Musa dan membuat perjanjian dengan suku-suku bangsa Israel yang berkumpul di situ.

    Beberapa ahli arkeologi menganggap gunung-gunung berikut sebagai Gunung Sinai:

    Jebel Musa (Gunung Musa),
    Ras ets-tsaftsafeh (Ras Sufsafeh),
    Jebel Serbal
    sebuah gunung dekat al-Hrob.

    Tradisi yang cenderung menganggap Gunung Sinai adalah Jebel Serbal, dapat dijejaki sampai Eusebius (abad ke-4); yang menyebut Jebel Musa hanya sampai Yustinianus (abad ke-6). Karena tidak ada padang gurun di kaki Jebel Serbal, membuatnya tak mungkin sebagai gunung perjanjian. Pandangan A Musil, yang pernah diterima oleh kalangan luas, yg mengatakan bahwa gunung berapi dekat al-Hrob harus disamakan dengan Gunung Sinai, tidak lagi disukai oleh para ahli, karena dengan itu rute perjalanan Keluaran tak dapat disusun kembali, dan pendapat itu tidak menafsirkan Keluaran 19 secara tepat.

    Tinggal hanya dua kemungkinan: Jebel Musa dan Ras ets-tsaftsafeh. Kedua gunung itu terletak pada punggung batu granit, yang memanjang ± 4 km dari barat laut ke tenggara. Ras ets-tsaftsafeh (1.993 m) terletak di bagian utara, dan Jebel Musa (2.244 m) di bagian selatan.

    Tradisi dan kebanyakan ahli modern menerima Jebel Musa sebagai Gunung Sinai. Namun beberapa ahli lain dengan kuat lebih memilih Ras ets-tsaftsafeh sebagai gunung perjanjian, karena adanya dataran luas pada kakinya, cukup untuk jemaah Israel yang besar itu (bandingkan Keluaran 20:18 ‘dan mereka berdiri jauh jauh’). Tapi tradisi tentang Jebel Musa sudah begitu tua (sekitar 1500 tahun) dan gunung batu granit yg ada di situ begitu mengagumkan sehingga mungkin sekali itulah Gunung Sinai. Tambahan lagi, beberapa tempat perhentian pada jalan yg menuju ke gunung itu, mengarah ke kesimpulan yang sama.

    Dalam Perjanjian Lama Gunung Sinai disebut juga Gunung Horeb. Sesudah melewati Mara dan Elim orang Israel sampai di Sinai pada bulan ke-3 sesudah berangkat dari Mesir (Keluaran 19:1), dan berkemah di dataran kaki gunung itu, dan dari situ puncak gunung dapat dilihat (Keluaran 19:16, 18, 20). YHWH menampakkan diriNya kepada Musa di puncak gunung ini dan memberikan Kesepuluh Firman dan hukum-hukum lainnya. Perjanjian yang diadakan Allah di situ dengan umat-Nya sangat penting dalam mengikat suku-suku itu menjadi satu, dan menempa mereka menjadi satu umat yang mengabdi kepada satu Allah. Keaslian berita ini mendapat tentangan dari aliran modern tertentu, berdasarkan Hakim-hakim 5:5, bahwa tradisi tentang Sinai termasuk bagian yang tua dari kepercayaan orang Israel. Peranan Gunung Sinai yang menonjol dalam Perjanjian Lama dan tradisi kuat yang dihubungkan dengan gunung itu, memberikan banyak bukti dalam menopang kebenaran sejarah dari berita ini.

    Di kaki Gunung Jebel Musa terdapat biara St Katarina. Di sinilah ditemukan oleh Tischendorf naskah abad 4 yang termasyhur itu, bagian dari Alkitab Yunani, yang disebut Naskah Sinai, yang ditulis dengan huruf besar (uncial). Dalam perpustakaan St. Katarina ada naskah-naskah kuno dalam bahasa Yunani, Arab, Etiopia dan Siria (banyak dari situ belakangan ini umumnya bisa didapati dalam film mikro).

  6. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Para ulama tafsir mengatakan bahwa yg di maksud dengan “at-tin” adalah tempat tinggal Nabi Nuh a.S. Di Damaskus yg bnyk ditumbuhi pohon tin, Kata Tin dalam Al Quran hanya disebut satu kali, yaitu dalam surat ini. Ada
    ahli tafsir yang menyebutkan bahwa ‘tin’ adalah sejenis buah yang terdapat di
    Timur Tengah. Bila matang, warnanya coklat, berbiji seperti tomat, rasanya
    manis, berserat tinggi, dan dapat digunakan sebagai obat penghancur batu pada
    saluran kemih dan obat wasir. Oleh sebab itu, pada Al Quran terjemahan
    Departemen Agama, kalimat Wattiin diartikan dengan “Demi buah Tin”

    sekian
    Wasalamualaikum Wr. Wb.

  7. Assalamualaikum wr. wb.

    Gunung Sinai,
    (juga dikenal dengan nama Jabal Musa جبل موسَى dalam bahasa Arab) adalah sebuah gunung yang terletak di Semenanjung Sinai di Mesir. Tingginya 2.285 meter dan berada di barisan pegunungan di sebelah selatan semenanjung tersebut . Pada 4 Februari 1859, Codex Sinaiticus, sebuah manuskrip Perjanjian Baru dari abad ke-4, ditemukan oleh Konstantin von Tischendorf di kaki gunung ini.
    Ada beberapa cendekiawan yang menganggapnya sama dengan “Gunung Sinai” yang disebut-sebut dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen terutama dalam kumpulan kitab Taurat, namun hal ini belum dapat dipastikan.

    Gunung Sinai ini termasuk cerita dalam sejarah, dan tercantum dalam kitab suci Al-qur’an, bahwa di puncak gunung Sinai ini tempat Allah SWT berbicara pada nabi Musa As dan tempat nabi Musa bermunajat selama 40 malam. Sebagaimana .firman Allah tercantum dalam surat Tin dan surat Al- Baqoroh ayat 51, Dalam surat Taha ayat 9 — 13 bahwa Nabi Musa menerima wahyu pertama.

    Wassalamualaikum wr. wb.

  8. Mengenal Kota Mekah… dari jauuuh Mengenal Kota Mekah… dari jauuuh
    Mekah adalah nama kota yang pertama kali ada di bumi ini, karena Nabi Adam adalah orang pertama yang bermukim di tempat ini, kemudian dari sinilah keturunannya berkembang ke segala penjuru bumi. Ketika Nabi Adam pertama kali tinggal di sini, beliau minta kepada Allah agar diselamatkan dari godaan Iblis yang telah menggodanya di surga, kemudian para Malaikat turun ke bumi mengelilingi tempat Nabi Adam untuk menjaga agar Iblis tidak dapat mencapainya, lantas tempat Malaikat berjaga itulah yang kemudian menjadi batas TANAH HARAM MEKAH.

    Kota Mekah selalu berkembang dan berkembang menjadi amat besar sekali pada hari ini, namun Tanah Haram Mekah tidak akan ikut berkembang karena batasnya sudah ditetapkan yaitu dari arah utara Masjid Al-Haram kurang lebih 7 kilo meter, dari arah selatan kurang lebih 13 kilo meter, dari arah barat kurang lebih 25 kilo meter, dari arah timur kurang lebih 25 kilo meter. Di sinilah Ka`bah dan Masjid Al -Haram ditetapkan oleh Allah, di sinilah Nabi akhir zaman dilahirkan, di sinilah binatang buruan tidak boleh diburu, pepohonan tidak boleh dirusak, tanah dan batunya tidak boleh dibawa keluar dan orang non Islam tidak boleh masuk.

    Kota ini secara geofrafis terletak antara 39-40 derajat garis bujur timur dan 21-22 derajat garis lintang utara. Jarak dari kota Jeddah 74 kilo meter, dan dari kota Thaif 80 kilo meter, dari kota Madinah 470 kilo meter dan dari kota Riyadh 990 kilo meter. Permukaan kota ini tidak rata, banyak bukit dan gunung batu yang tandus. Tinggi daratan ini dari permukaan laut kira kira 280 meter.

    Pada bulan Juli dan Agustus suhu di kota ini sangat panas sampai 54 derajat Celcius dan pada bulan Desember dan Januari sangat dingin sampai 10 derajat Celcius. Sepanjang tahun sangat jarang turun hujan.

    Datang ke kota ini adalah suatu kewajiban bagi umat Islam di manapun ia berada yaitu untuk berhaji atau umroh, (selama hidup satu kali) karena itu diantara mereka ada yang selesai berhaji tidak kembali ke tanah airnya dan menetap di sini dengan alasan masing masing . Maka sekarang banyak kita jumpai penduduknya tidak asli Arab walaupun mereka berbahasa Arab.

    Untuk memudahkan para pengunjungnya, kota Mekah sekarang sudah menata dirinya dengan mengatur jalan yang bagus bagus dan dapat ditempuh dari segala penjuru berupa jalan layang, jalan bawah tanah, trowongan (TUNNEL) yang sambung menyambung, dan beberapa jalan lingkar. Juga jaringan jaringan komunikasi keseluruh ke penjuru bumi, sehingga dari pinggir jalan di kota ini anda dapat kontak dengan kawan anda di mana saja dengan biaya relative sangat murah. Harga hotel pun relatif lebih murah dibanding dengan hotel hotel di negara lain.

  9. Gunung Sinai
    Gunung Sinai (juga dikenal dengan nama Jabal Musa جبل موسَى dalam bahasa Arab) adalah sebuah gunung yang terletak diSemenanjung Sinai di Mesir. Tingginya 2.285 meter dan berada di barisan pegunungan di sebelah selatan semenanjung tersebut.
    Pada 4 Februari 1859, Codex Sinaiticus, sebuah manuskrip Perjanjian Baru dari abad ke-4, ditemukan oleh Konstantin von Tischendorf di kaki gunung ini.
    Di gunung Sinai inilah Nabi Musa menerima 10 Hukum Perintah Allah
    Nabi Harus Alaihissalam diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk membantu tugas kerasulan Nabi Musa Alaihissalam. Dalam berbicara, ia lebih cakap daripada Nabi Musa Alaihissalam. Ketika Nabi Musa Alaihissalam pergi ke Bukit Sina untuk menerima wahyu, umatnya dititipkan kepada Nabi Harus Alaihissalam. Namun setelah Nabi Musa Alaihissalam kembali, ia mendapati mereka telah menyembah patung anak sapi. Melihat itu, Musa sangat marah dan bersedih hati. Dalam Al Qur’an diceritakan:
    Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Rabbmu? Dan Musa melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. Harun berkata: Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka mau membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim. (QS Al-A’râf: 150)
    Akhirnya Musa pun sadar, ia lalu berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti tersebut dalam Al Qur’an:
    Musa berdoa:
    Ya Rabbku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS Al-A’râf: 151)
    Nabi Harun Alaihissalam wafat sebelum Nabi Musa Alaihissalam. Ia dikuburkan oleh Nabi Musa Alaihissalam di Bukit Hur di Gurun Sinai.

    NAMA:NAADIRA SAFIRA HARRIZTA
    KELAS : IX A
    NO:23

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s